Kehamilan merupakan hal yang menyenangkan terlebih anda sudah lama menantikan kehadiran buah hati ditengah keluarga. Ada beberapa masalah pada kehamilan yang kerap kali muncul namun anda tidak perlu khawatir, anda bisa mengurangi bahkan mencegah komplikasi kehamilan jika anda menerapkan gaya hidup sehat dan mengikuti arahan dokter sebelum melakukan kegiatan tertentu.
Berikut beberapa komplikasi kehamilan yang bisa terjadi dan wajib anda ketahui:
Diabetes gestasional, mungkin ada dari anda yang belum pernah mendengar istilah ini atau apakah anda sudah sering mengetahui penyakit ini?. Ini merupakan diabetes yang terjadi pada masa kehamilan, diabetes ini disebabkan oleh resistensi insulin yaitu tubuh tidak merespon hormom insulin dengan benar. Ibu yang mengalami diabetes gestasional akan lebih rentan mengalami diabetes, di masa mendatang selain ibu, anak juga lebih rentan mengalami diabetes di masa dewasanya, serta beberapa kasus bayi memiliki bobot yang lebih besar ketika dilahirkan.
Bagi anda yang sudah terlanjur mengalami diabetes ini, dokter akan memantau gula darah dan merekomendaikan anda untuk mengubah pola makan yang lebih sehat dan mengurangi mengkonsumsi gula setidaknya ini untuk menurunkan dan menjaga kestabilan gula darah anda selama sisa kehamilan.
Solusio plasenta, ini merupakan komplikasi kehamilan yang membuat plasenta terlepas dari dinding rahim. Hal ini cukup berbahaya bagi bayi karena pasokan nutrisi serta oksigen untuk bayi akan menurun, komplikasi kehamilan ini memang lebih rentan terjadi pada kehamilan trimester ketiga.
Gejala umum yang muncul yaitu terjadinya kontraksi perdarahan hingga sakit perut, penyebab dari solusio plasenta ini belum diketahui secara pasti namun kemungkinan, hal ini terjadi akibat adanya trauma fisik.
Preeklamsia, preeklamsia merupakan salah satu masalah saat kehamilan yang cukup sering terjadi . Hal ini terjadi ketika tekanan darah dan kadar protein tinggi dalam urin wanita, preeklamsia ini bisa terjadi secara ringan hingga berat, gejala yang biasanya terjadi yaitu sakit kepala parah, pusing muntah, mual sakit perut bagian atas, kenaikan berat badan secara tiba- tiba hingga timbulnya bengkak pada wajah dan tangan. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai, preeklamsia dapat memberikan dampak buruk bagi janin diantaranya seperti pertumbuhan janin yang lambat, berat badan bayi rendah saat lahir (prematur), bayi sulit bernapas, soluisio plasenta, syndrome HELLP, hingga kejang.
Keguguran, keguguran atau berhentinya kehamilan ini lebih sering terjadi pada kehamilan trimester pertama atau kehamilan kurang dari 13 minggu. Tanda keguguran juga lebih sering terjadi ketika adanya perdarahan namun beberapa wanita hamil juga terkadang tidak mengalami perdarahan ketika keguguran terjadi selain itu, keguguran ditandai dengan kram atau nyeri perut hingga gejala kehamilan yang berkurang atau hilang.
Cairan ketuban yang terlalu rendah atau berlebih, cairan ketuban berfungsi untuk menjaga atau melindungi janin dari trauma selain itu, ketuban juga berfungsi untuk menjaga suhu tubuh janin. Memiliki air ketuban yang sedikit atau terlalu banyak tentu akan mengurangi fungsi normal janin, ketikan cairan ketuban sedikit, ini akan menghambat beberapa perkembangan janin seperti otot anggota badan, paru - paru, serta mempengaruhi sistem pencernaan. Sedangkan cairan ketuban yang terlalu banyak akan membuat ketuban pecah dini, solusio plasenta, prematur hingga perdarahan postpartum.
Kelahiran prematur, persalinan prematur ini terjadi ketika bayi lahir sebelum kehamilan berusia 37 minggu atau setelah 20 minggu peristiwa ini terjadi ketika adanya komplikasi ibu dan bayi saat kehamilan persalinan prematur ini lebih rentan terjadi pada ibu yang merokok, perawatan prenatal yang kurang baik, infeksi saluran kemih, fibroid rahim, riwayat aborsi hingga pernah melahirkan prematur.